Harga impor Selandia Baru meningkat pada kuartal IV 2025, menandai percepatan tekanan biaya bagi pelaku usaha dan perekonomian secara keseluruhan. Indikator Terms of Trade untuk harga impor tercatat naik 1,5% pada kuartal tersebut, berdasarkan data yang diperbarui per 3 Maret 2026.
Kenaikan ini lebih tinggi dibandingkan kuartal III 2025, ketika harga impor hanya bertambah 0,5%. Lonjakan laju kenaikan harga impor di akhir tahun berpotensi menekan daya saing dan margin perusahaan yang bergantung pada barang dan bahan baku luar negeri, terutama jika tidak diimbangi dengan kenaikan serupa pada harga ekspor.
Data terbaru ini memberikan sinyal bahwa tekanan biaya impor mulai menguat menjelang 2026, sehingga pelaku pasar dan pembuat kebijakan kemungkinan akan lebih mencermati perkembangan harga global dan nilai tukar yang dapat mempengaruhi tren impor Selandia Baru ke depan.