Data terbaru American Petroleum Institute (API) pada 10 Maret 2026 menunjukkan pembalikan tajam pada stok minyak mentah di Amerika Serikat. Setelah pada rilis sebelumnya mencatat peningkatan sebesar 5,600 juta barel, laporan terbaru justru memperlihatkan penurunan persediaan sebesar 1,700 juta barel.
Perubahan dari surplus besar ke defisit ini mengindikasikan adanya pergeseran dinamika pasokan di pasar minyak AS dalam waktu singkat. Meskipun angka API sering dijadikan indikator awal sebelum data resmi pemerintah dirilis, pergerakan stok yang berbalik arah ini dapat memengaruhi ekspektasi pelaku pasar terhadap keseimbangan pasokan-permintaan dan, pada akhirnya, pergerakan harga minyak global.
Bagi pelaku pasar keuangan dan komoditas, kontras antara lonjakan stok sebelumnya dan penurunan terbaru ini akan menjadi sorotan utama dalam menilai apakah penurunan ini bersifat sementara atau awal dari tren pengetatan pasokan yang lebih berkelanjutan di Amerika Serikat.