Kontrak berjangka minyak mentah WTI diperdagangkan di bawah $85 per barel pada hari Rabu, memperpanjang penurunan tajam dari sesi sebelumnya setelah laporan bahwa International Energy Agency mengusulkan pelepasan cadangan minyak strategis terbesar dalam sejarahnya. Pelepasan yang direncanakan itu akan melampaui 182 juta barel yang digelontorkan lembaga tersebut pada 2022 setelah invasi Rusia ke Ukraina.
Pasar minyak tetap sangat bergejolak di tengah meningkatnya ketidakpastian terkait konflik yang melibatkan Iran dan keamanan pelayaran melalui Selat Hormuz yang strategis. Sementara mantan Presiden Trump menyiratkan bahwa permusuhan itu bisa segera berakhir, pejabat AS justru memberi sinyal bahwa operasi militer semakin meningkat dan peluang untuk pembicaraan diplomatik sangat terbatas.
Kegelisahan pasar semakin bertambah ketika Menteri Energi Chris Wright secara keliru memposting pesan yang menyatakan bahwa Angkatan Laut AS telah mengawal sebuah kapal tanker minyak melalui jalur sempit di dekat Iran. Gedung Putih kemudian menegaskan bahwa tidak ada operasi semacam itu yang terjadi.
Sementara itu, para produsen utama di Timur Tengah secara bersama-sama telah memangkas produksi lebih dari 6 juta barel per hari sementara Selat Hormuz tetap praktis tertutup.