Indeks Shanghai Composite naik 0,25% dan ditutup di level 4.133, sementara Indeks Shenzhen Component menguat 0,78% ke 14.465 pada hari Rabu. Saham-saham di daratan Tiongkok menguat untuk sesi kedua berturut-turut seiring turunnya harga minyak yang meredakan kekhawatiran akan kembalinya inflasi serta meningkatkan sentimen risiko.
Harga minyak mentah tertekan setelah International Energy Agency mengusulkan pelepasan cadangan minyak terbesar dalam sejarahnya untuk membantu menstabilkan pasar energi global. Tiongkok juga dinilai berada dalam posisi yang relatif baik untuk menahan guncangan pasokan minyak, karena sejak lama memprioritaskan keamanan energi dengan membangun cadangan strategis dan mendiversifikasi bauran energinya.
Kendati demikian, para investor tetap harus berhadapan dengan tingginya ketidakpastian terkait perang yang melibatkan Iran, di tengah sinyal yang saling bertentangan dari pemerintahan Trump.
Saham energi baru memimpin penguatan, dengan kenaikan tajam pada Sungrow Power (9,5%), Contemporary Amperex (5,5%), dan EVE Energy (7,9%). Saham teknologi juga menguat, termasuk Huagong Tech yang naik 9,2%, Zhongji Innolight naik 1,4%, dan Beijing Teamsun naik 2,7%.