logo

FX.co ★ Perak Bertahan di Atas $86

Perak Bertahan di Atas $86

Perak naik menembus $86 per ounce pada hari Kamis ketika investor menimbang permintaan aset safe haven yang didorong oleh meningkatnya konflik di Timur Tengah terhadap tekanan dari penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil Treasury. Meskipun likuidasi paksa akibat margin call di tengah penurunan pasar saham telah menambah volatilitas di pasar logam mulia, premi risiko geopolitik tetap menjadi sumber dukungan utama.

Data indeks harga konsumen (CPI) untuk bulan Februari menegaskan bahwa tekanan inflasi masih membandel, dan jika digabungkan dengan lonjakan harga minyak, telah meredam ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Federal Reserve dalam waktu dekat. Lonjakan imbal hasil Treasury bertenor 10 tahun ke level tertinggi dalam lima minggu menciptakan latar yang menantang bagi aset tanpa imbal hasil seperti perak, namun partisipasi institusional yang berkelanjutan membantu menopang harga.

Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian ke rilis indeks personal consumption expenditures (PCE) yang akan datang untuk menilai apakah tren inflasi saat ini akan memicu perubahan kebijakan bank sentral yang bersifat bertahan lama atau justru terbukti lebih bersifat sementara.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka akun trading