Imbal hasil obligasi pemerintah Kanada tenor 10 tahun naik mendekati 3,5% pada hari Kamis, level tertingginya sejak Juli, seiring ekspektasi suku bunga “lebih tinggi untuk lebih lama” yang kian menjadi norma global. Pasar utang negara di seluruh dunia berada di bawah tekanan di tengah guncangan harga energi dan retorika konfrontatif dari Teheran. Imbal hasil Bund Jerman naik ke level tertinggi tahun 2023, sementara imbal hasil Gilt Inggris menyentuh level tertinggi dalam lima bulan ketika investor memasukkan ke dalam harga dampak inflasioner dari minyak seharga 100 dolar per barel.
Pernyataan Mojtaba Khamenei bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup memicu penyesuaian tajam ekspektasi suku bunga di seluruh negara-negara G7. Bahkan ketika International Energy Agency mengumumkan pelepasan rekor 400 juta barel dari cadangan strategis, pasar obligasi tetap skeptis bahwa langkah tersebut akan cukup untuk dengan cepat menetralkan penurunan arus perdagangan global yang diperkirakan mencapai 20%.
Di dalam negeri, Bank of Canada menghadapi tantangan yang semakin besar. Inflasi utama yang saat ini berada di 2,4%, dipadukan dengan risiko gangguan baru pada rantai pasok, membuat waktu yang tepat untuk potensi pergeseran menuju pelonggaran moneter menjadi semakin rumit.