Kontrak berjangka bensin AS melonjak lebih dari 5%, menembus level $2,93 per galon—level tertinggi sejak Juli 2022—seiring pasar bereaksi terhadap krisis maritim yang memanas di Teluk Persia. Pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, menyatakan bahwa Selat Hormuz harus tetap ditutup untuk menekan para lawan internasional.
International Energy Agency mengumumkan pelepasan terkoordinasi terbesar dalam sejarah dari cadangan darurat—sebesar 400 juta barel—namun langkah tersebut hampir tidak menenangkan para pelaku pasar yang meragukan bahwa persediaan semata dapat mengimbangi hilangnya sekitar 20% arus perdagangan global secara efektif.
Serangan proyektil baru terhadap kapal tanker minyak di perairan Irak dan dekat Jebel Ali semakin mengurangi aktivitas pelayaran komersial dan menguatkan ekspektasi bahwa penyelesaian cepat tidak akan tercapai. Pada saat yang sama, para produsen di kawasan Teluk sudah memangkas produksi karena kapasitas penyimpanan mendekati batasnya, sementara pejabat AS terus memberi sinyal bahwa mereka belum siap menyediakan pengawalan angkatan laut bagi kapal tanker yang melintas di zona konflik.