FTSE 100 London turun 0,5% dan ditutup di level 10.305 pada hari Kamis, menandai sesi penurunan kedua berturut-turut seiring kenaikan harga minyak yang memicu kekhawatiran inflasi di tengah memanasnya ketegangan di Timur Tengah. Pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, menyatakan bahwa Selat Hormuz harus tetap ditutup dan memperingatkan bahwa semua pangkalan militer AS di kawasan tersebut akan diserang jika tidak ditutup.
Sektor perbankan dan keuangan memimpin pelemahan pasar. HSBC turun 6,1% setelah melepas hak dividen (ex-dividend), dengan tekanan tambahan dari laporan broker yang menyoroti eksposurnya di Timur Tengah. Barclays, Standard Chartered, Lloyds, dan NatWest juga melemah, masing-masing turun antara 2% hingga 5%. Saham pengembang perumahan yang sensitif terhadap suku bunga, termasuk Persimmon, Barratt, dan Redrow, juga tertekan, sementara maskapai penerbangan EasyJet dan IAG turut diperdagangkan lebih rendah.
Di sisi lain, Rentokil Initial menguat 5,2% setelah mendapat kenaikan rekomendasi dari UBS. Kontraktor pertahanan BAE Systems naik 3,1%, sementara raksasa energi BP dan Shell masing-masing menguat 3% dan 2,6%. Saham utilitas seperti SSE, Centrica, dan National Grid juga bergerak naik.