Emas diperdagangkan di kisaran $5.010 per ounce pada hari Selasa, bertahan dekat level terendahnya dalam hampir satu bulan, seiring meredupnya ekspektasi pemangkasan suku bunga AS dalam waktu dekat di tengah kekhawatiran inflasi yang meningkat terkait konflik di Timur Tengah. Perang AS-Israel dengan Iran telah memasuki pekan ketiga, dengan Presiden Trump memperingatkan bahwa AS dapat secara langsung menargetkan infrastruktur minyak Iran di Pulau Kharg. Berlanjutnya permusuhan tersebut telah membuat harga energi tetap tinggi, memicu kekhawatiran akan tekanan inflasi yang bangkit kembali dan mendorong investor untuk memangkas proyeksi pelonggaran kebijakan moneter AS tahun ini.
Federal Reserve secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan mendatang, dan bank sentral utama lainnya — termasuk ECB, BOE, dan BOJ — juga diperkirakan akan menjaga sikap kebijakan mereka saat ini. Pada saat yang sama, investor mencermati laporan mengenai kemungkinan pembentukan koalisi angkatan laut multinasional untuk mengawal kapal-kapal komersial yang melintasi kawasan tersebut, sebuah inisiatif yang bertujuan melindungi jalur perdagangan energi yang vital.