Dolar Australia diperdagangkan stabil di kisaran $0,70 pada hari Selasa, mempertahankan kenaikan tajam dari sesi sebelumnya sementara investor menantikan keputusan terbaru kebijakan moneter dari Reserve Bank of Australia (RBA). Bank sentral tersebut secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 4,1%, setelah kenaikan pada Februari yang membawa suku bunga ke level 3,85%.
Kenaikan yang diantisipasi ini menegaskan kekhawatiran berkelanjutan RBA terhadap inflasi yang masih tinggi dan sulit turun, yang diperparah oleh lonjakan terbaru harga minyak. Pasar energi terguncang oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya gangguan terhadap pengiriman minyak mentah melalui Selat Hormuz, jalur penting bagi pasokan minyak global.
Investor akan mencermati konferensi pers pasca-pertemuan Gubernur RBA Michele Bullock untuk mendapatkan panduan mengenai arah kebijakan suku bunga ke depan. Fokus pasar kemudian akan beralih ke data pasar tenaga kerja Australia yang akan dirilis pada hari Rabu, yang akan dianalisis secara saksama setelah Gubernur Bullock baru-baru ini menekankan bahwa kondisi pasar tenaga kerja masih ketat.