Dolar Kanada melemah ke 1,37 per USD pada bulan Maret, level terendah dalam hampir dua bulan, seiring memuncaknya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong investor global beralih ke dolar AS sebagai aset aman. Pada saat yang sama, pelaku pasar menimbang perbedaan prospek kebijakan antara Bank of Canada dan Federal Reserve. Serangan berkelanjutan oleh AS dan Israel yang menargetkan pejabat Iran semakin melemahkan harapan akan solusi diplomatik dan mempercepat peralihan dari mata uang yang sensitif terhadap risiko.
Meski demikian, pelemahan dolar Kanada tidak sedalam sebagian besar mata uang G10 lainnya, ditopang lonjakan harga energi yang dipicu konflik, yang meningkatkan arus masuk devisa ke negara pengekspor energi utama seperti Kanada. Dari sisi makroekonomi, Bank of Canada mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan bulan Maret, sesuai dengan perkiraan luas pasar. Bank sentral tersebut juga menekankan bahwa konflik menimbulkan risiko bagi pertumbuhan maupun inflasi, sejalan dengan jenis kekhawatiran yang diperkirakan akan disampaikan oleh Federal Reserve menjelang keputusan kebijakan terbarunya.