Kontrak berjangka gas alam Eropa turun di bawah €60 per MWh pada hari Jumat, terkoreksi dari level tertinggi lebih dari tiga tahun setelah Amerika Serikat memberi sinyal kemungkinan langkah untuk menahan lonjakan biaya energi. Menteri Keuangan Scott Bessent mengindikasikan bahwa Washington mungkin segera mencabut sanksi atas minyak Iran yang saat ini tertahan di kapal tanker dan juga memberi isyarat akan adanya tambahan pelepasan cadangan minyak mentah AS, langkah-langkah yang dapat memberikan keringanan jangka pendek bagi pasar energi global.
Pada saat yang sama, Presiden Trump menegaskan tidak akan mengerahkan pasukan, sementara Israel berjanji untuk menahan diri dari serangan tambahan terhadap salah satu ladang gas utama Iran. Perkembangan ini terjadi setelah serangan balasan Iran terhadap Ras Laffan Industrial City di Qatar—yang merupakan lokasi terminal ekspor LNG terbesar di dunia—menyusul serangan Israel terhadap ladang gas South Pars milik Iran.
Secara paralel, negara-negara utama Eropa dan Jepang menawarkan diri untuk bergabung dalam upaya memastikan jalur pelayaran yang aman bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz, yang pada praktiknya masih tetap ditutup. Meski harga gas Eropa baru saja terkoreksi, levelnya masih hampir dua kali lipat dibanding sebelum perang dan telah melonjak lebih dari 90% sepanjang bulan ini.