Dolar Kanada melemah menembus level 1,38 per dolar AS ke titik terendah dua bulan, seiring ketegangan geopolitik yang berkepanjangan dan ekspektasi terhadap sikap Federal Reserve yang lebih hawkish mendorong penguatan greenback. Hal ini terjadi meskipun harga minyak mentah West Texas Intermediate naik menembus $92,00 setelah penutupan efektif Selat Hormuz, sehingga loonie yang terhubung dengan komoditas tersebut gagal memanfaatkannya di tengah kekuatan dolar AS yang meluas.
Skeptisisme pasar terhadap prospek deeskalasi di Timur Tengah semakin dalam setelah Iran menolak proposal perdamaian 15 poin dari AS dan membantah laporan mengenai negosiasi yang masih berlangsung, sementara AS mengerahkan tambahan pasukan ke kawasan tersebut. Perkembangan ini meningkatkan kekhawatiran inflasi dan mendorong pelaku pasar untuk mengurangi ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve, dengan spekulasi yang kian besar mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga pada akhir tahun. Kenaikan imbal hasil US Treasury, dikombinasikan dengan peran dolar AS sebagai mata uang cadangan utama dunia, terus menekan loonie.