logo

FX.co ★ Rupiah Masih Melemah Meski Catat Kenaikan Mingguan Pertama dalam Empat Pekan

Rupiah Masih Melemah Meski Catat Kenaikan Mingguan Pertama dalam Empat Pekan

Rupiah Indonesia melemah menuju sekitar Rp16.950 per dolar AS pada hari Jumat, memperpanjang pelemahan untuk sesi kedua berturut-turut seiring penguatan dolar AS yang mencerminkan berlanjutnya risiko geopolitik akibat konflik di Timur Tengah dan potensi dampaknya terhadap harga minyak, inflasi, dan pertumbuhan global. Sentimen pasar juga cenderung berhati-hati menjelang rilis data domestik penting pekan depan, termasuk inflasi Maret dan data perdagangan Februari.

Inflasi meningkat menjadi 4,76% pada Februari, laju tercepat dalam hampir tiga tahun dan berada di atas target Bank Indonesia sebesar 1,5%–3,5%. Pada saat yang sama, impor Januari melonjak menjelang Ramadan dan Idulfitri, sehingga menambah tekanan pada neraca perdagangan. Sebagai negara pengimpor bersih minyak dan gas, Indonesia tetap rentan terhadap kenaikan harga energi.

Kendati demikian, rupiah masih mampu membukukan kenaikan mingguan pertamanya dalam empat pekan, menguat sekitar 0,2%, didukung oleh keyakinan terhadap buffer fiskal negara yang dinilai cukup untuk menahan guncangan jangka pendek. Pejabat kembali menegaskan bahwa tidak akan ada penyesuaian segera pada harga bahan bakar ataupun skema subsidi, sementara Bank Indonesia bersiap menerapkan langkah-langkah baru mulai 1 April yang ditujukan untuk mengekang aktivitas spekulatif terhadap rupiah.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka akun trading