Kontrak berjangka minyak mentah WTI naik ke sekitar $106 per barel pada hari Selasa, menempatkannya di jalur untuk membukukan kenaikan bulanan rekor sekitar 60%, seiring konflik yang terus berlangsung di Timur Tengah terus mengguncang pasar energi global. Dalam eskalasi terbaru, Presiden Donald Trump mengancam akan melancarkan serangan terhadap pembangkit listrik, fasilitas minyak, dan infrastruktur desalinasi Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka kembali. Pernyataan tersebut menutupi isyarat sebelumnya dari Trump bahwa kesepakatan dengan Iran mungkin sudah dekat, bahkan ketika Amerika Serikat mengerahkan tambahan pasukan ke kawasan tersebut.
Sementara itu, pasukan Houthi yang didukung Iran di Yaman meluaskan konflik pada akhir pekan dengan menargetkan Israel, dan Teheran dikabarkan menekan kelompok-kelompok militan sekutu untuk bersiap menjalankan kampanye baru yang bertujuan mengganggu pelayaran di Laut Merah. Perkembangan ini meningkatkan risiko pengetatan lebih lanjut pasokan energi global, karena dua dari titik sempit maritim paling krusial di dunia bagi perdagangan dan aliran energi berpotensi terputus sebagian atau sepenuhnya.