Indeks Harga Konsumen (CPI) Tokyo tanpa makanan dan energi kembali melambat pada Maret 2026, mencatat kenaikan 1,4% secara tahunan (year-on-year). Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan 1,5% pada Februari 2026, menurut pembaruan data per 30 Maret 2026.
Data CPI inti untuk Tokyo—yang mengecualikan komponen makanan dan energi yang cenderung bergejolak—menggambarkan tren inflasi yang lebih mendasar di ibu kota Jepang. Baik data Februari maupun Maret diukur dengan membandingkan perubahan harga pada bulan tersebut terhadap bulan yang sama tahun sebelumnya (year-over-year).
Perlambatan dari 1,5% ke 1,4% ini dapat dibaca sebagai sinyal bahwa tekanan harga di sektor-sektor selain pangan dan energi mulai mereda. Bagi pelaku pasar dan pengamat kebijakan moneter, pergerakan inflasi inti di Tokyo kerap menjadi indikator awal dinamika inflasi nasional Jepang pada bulan-bulan berikutnya.