logo

FX.co ★ Defisit Perdagangan Turki Melebar pada Februari

Defisit Perdagangan Turki Melebar pada Februari

Defisit neraca perdagangan Turki melebar menjadi USD 9,0 miliar pada Februari 2026, dari USD 7,8 miliar pada bulan yang sama tahun sebelumnya. Impor meningkat 5,5% secara tahunan menjadi USD 30,1 miliar, didorong oleh kenaikan pembelian barang modal (+15,8%), barang antara (+4,7%), dan barang lainnya (+168,3%). China tetap menjadi mitra impor terbesar Turki dengan porsi 13,7% dari total impor, disusul oleh Rusia (8,3%), Jerman (7,3%), Swiss (5,6%), dan AS (4,5%). Secara keseluruhan, kelima negara ini menyumbang 39,5% dari total impor.

Ekspor tumbuh dengan laju yang lebih moderat, naik 1,5% menjadi USD 21,0 miliar. Kenaikan ini ditopang oleh sektor pertambangan dan penggalian (+7,3%) serta sektor manufaktur, yang menyumbang 93,8% dari total ekspor. Jerman tetap menjadi tujuan ekspor utama Turki dengan pangsa 8,8%, diikuti oleh Inggris (5,9%), AS (5,9%), Italia (5,3%), dan Prancis (4,4%). Secara kolektif, pasar-pasar ini mencakup 30,3% dari total ekspor.

Sepanjang periode Januari–Februari, ekspor turun 1,3% menjadi USD 41,4 miliar, sementara impor naik 2,8% menjadi USD 58,8 miliar. Akibatnya, defisit neraca perdagangan melebar 13,8% secara tahunan menjadi USD 17,4 miliar.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka akun trading