Konsumsi rumah tangga di Thailand turun 1,8% bulan-ke-bulan pada Februari 2026, berbalik arah dari kenaikan 1,0% pada Januari. Ini merupakan penurunan terdalam sejak Agustus 2021 dan sebagian disebabkan oleh merosotnya belanja barang tahan lama, setelah lonjakan pembelian sebelumnya ketika konsumen bergegas membeli kendaraan listrik menjelang berakhirnya insentif dalam skema EV 3.0.
Pada saat yang sama, produksi manufaktur melemah, dengan output di sektor minyak bumi menurun akibat pemeliharaan kilang yang terjadwal, dan di sektor peralatan listrik karena persaingan yang semakin ketat. Sektor jasa juga mengalami kontraksi, dengan pelemahan nyata di perdagangan dan jasa perhotelan, khususnya pada hotel dan restoran.
Kendati demikian, kepercayaan konsumen sedikit meningkat, didukung oleh optimisme terkait keputusan bank sentral untuk memangkas suku bunga kebijakan menjadi 1% serta ekspektasi akan adanya langkah-langkah stimulus baru dari pemerintah baru yang akan terbentuk setelah pemilihan umum bulan lalu.