Kontrak berjangka gas alam AS naik tipis ke $2,67 per MMBtu pada hari Jumat namun tetap mendekati level terendah dalam tujuh belas bulan, tertekan oleh penambahan persediaan yang lebih besar dari perkiraan dan prakiraan cuaca yang sejuk. EIA melaporkan injeksi ke dalam penyimpanan sebesar 50 Bcf untuk pekan yang berakhir 3 April, melampaui ekspektasi pasar sebesar 46 Bcf. Angka tersebut dibandingkan dengan injeksi 53 Bcf pada pekan yang sama tahun sebelumnya dan rata-rata penambahan lima tahun sebesar 13 Bcf. Prakiraan juga menunjukkan suhu di atas normal setidaknya hingga 24 April, yang kemungkinan akan menahan permintaan gas tetap lemah dalam dua minggu ke depan.
Dari sisi geopolitik, pasar mengamati pembicaraan akhir pekan di Islamabad, di mana delegasi AS yang dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance dijadwalkan bertemu dengan pejabat Iran. Negosiasi ini menyusul serangan Israel di Lebanon yang mengancam gencatan senjata rapuh yang dicapai awal pekan ini. Bahkan di tengah ketidakpastian ini, harga gas AS tetap relatif terlindungi, didukung oleh produksi domestik yang kuat dan fasilitas ekspor yang sudah beroperasi mendekati kapasitas penuh.