Data terbaru dari Commodity Futures Trading Commission (CFTC) menunjukkan bahwa sentimen spekulatif terhadap poundsterling kembali memburuk. Per 10 April 2026, posisi net spekulatif GBP tercatat turun menjadi -56,4 ribu kontrak, melebar dari posisi sebelumnya di -52,7 ribu kontrak.
Peningkatan posisi net short ini mengindikasikan bahwa pelaku pasar berjangka semakin agresif memasang taruhan terhadap pelemahan poundsterling. Pergerakan dari -52,7K ke -56,4K mencerminkan bertambahnya jumlah kontrak jual dibanding beli, menandakan dominasi pandangan negatif di kalangan spekulan terhadap prospek mata uang Inggris tersebut.
Meskipun data ini tidak menjelaskan faktor pemicu secara spesifik, pelebaran posisi short biasanya terkait dengan kekhawatiran atas prospek ekonomi atau kebijakan moneter, serta persepsi bahwa kinerja GBP ke depan berpotensi tertahan atau melemah lebih lanjut.