Kontrak berjangka heating oil melonjak lebih dari 8% hingga menembus $4,00 per galon pada hari Senin, bangkit dari penurunan minggu lalu setelah AS mengumumkan rencana untuk membatasi lalu lintas maritim di dekat Selat Hormuz menyusul mandeknya pembicaraan dengan Teheran. US Central Command menyatakan akan mulai memberlakukan blokade maritim terhadap semua kapal yang masuk dan keluar pelabuhan Iran mulai 13 April. Langkah ini akan berlaku bagi kapal dari semua kewarganegaraan yang mengakses pelabuhan di Teluk Arab dan Teluk Oman, sementara pelayaran melalui selat menuju pelabuhan non-Iran akan tetap tidak terpengaruh. Pada saat yang sama, sejumlah laporan mengindikasikan bahwa Donald Trump sedang mempertimbangkan untuk kembali melakukan serangan udara ke Iran setelah sebelumnya menyetujui gencatan senjata selama dua minggu. Secara bersamaan, perkembangan ini kembali memicu kekhawatiran bahwa konflik dapat berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan, sehingga meningkatkan risiko gangguan pasokan global yang signifikan dan menambah volatilitas baru di pasar energi.
FX.co ★ Minyak Pemanas Naik akibat Blokade Selat Hormuz oleh AS
Minyak Pemanas Naik akibat Blokade Selat Hormuz oleh AS
*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading