Imbal hasil obligasi pemerintah Australia tenor 10 tahun naik menembus 5%, mendekati level tertinggi dalam beberapa dekade seiring meningkatnya risiko inflasi global di tengah memanasnya kembali ketegangan di Timur Tengah. Kenaikan ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump memerintahkan blokade laut di Selat Hormuz menyusul gagalnya pembicaraan damai dengan Iran pada akhir pekan, yang meningkatkan kekhawatiran akan gangguan berkepanjangan terhadap pasokan energi global. Guncangan energi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral mungkin akan menunda pemangkasan suku bunga atau mempertahankan kebijakan yang ketat lebih lama, sehingga menopang imbal hasil global yang tinggi. Di Australia, repricing ini terjadi dengan latar belakang inflasi yang masih tinggi dan ketidakpastian mengenai arah kebijakan Reserve Bank. Saat ini pasar memperkirakan probabilitas 65% bahwa RBA akan menaikkan suku bunga pada bulan Mei dan mengantisipasi suku bunga acuan berada di kisaran 4,65% pada akhir tahun. Para pelaku pasar kini memusatkan perhatian pada pernyataan dari Deputi Gubernur RBA Hauser hari ini dan data pasar tenaga kerja yang akan dirilis pekan ini untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai prospek kebijakan.
FX.co ★ Imbal Hasil 10 Tahun Australia Mendekati Level Tertinggi Baru Sejak 2011
Imbal Hasil 10 Tahun Australia Mendekati Level Tertinggi Baru Sejak 2011
*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading