Indeks Harga Saham Gabungan (IDX Composite) Indonesia melemah 53 poin, atau 0,6%, ke level 7.406 pada hari Senin, menghentikan reli kenaikan tiga hari beruntun seiring turunnya kontrak berjangka saham AS. Sentimen risiko memburuk setelah Presiden Trump menyatakan bahwa Angkatan Laut AS akan memblokade Selat Hormuz menyusul pembicaraan yang tidak membuahkan hasil dengan Iran, sehingga meningkatkan risiko memanasnya kembali ketegangan setelah gencatan senjata rapuh selama dua minggu.
Di dalam negeri, rupiah melemah mendekati 17.000 di tengah arus keluar modal yang berkelanjutan dan imbal hasil global yang tinggi, sementara cadangan devisa Maret turun menjadi USD 148,2 miliar, level terendah sejak Juli 2024. Investor juga mengambil sikap hati-hati menjelang rilis data penjualan ritel Februari yang akan diumumkan kemudian pada hari itu, setelah data Januari menunjukkan ketahanan konsumsi rumah tangga.
Tekanan pelemahan sebagian tertahan oleh kepercayaan yang berlanjut terhadap disiplin fiskal Indonesia, dengan upaya mobilisasi penerimaan dan prioritas belanja yang diharapkan dapat menjaga posisi fiskal tetap terkendali. Dari sisi sektor, keuangan, infrastruktur, dan kesehatan memimpin penurunan. Sejumlah saham yang berkinerja buruk antara lain Sumber Global Energy (-2,6%), Astra International (-2,0%), Bank Tabungan Negara (-1,9%), dan XL Smart Telecom (-1,6%).