S&P/ASX 200 turun 44 poin, atau 0,5%, dan ditutup pada level 8.917 pada hari Senin, memperpanjang pelemahan sesi sebelumnya seiring berlanjutnya tekanan pada futures saham AS. Sentimen melemah setelah muncul laporan bahwa Washington tengah bersiap memberlakukan blokade terhadap pengiriman Iran menyusul gagalnya perundingan damai akhir pekan. Presiden Trump juga memperingatkan bahwa harga minyak dan bensin dapat tetap tinggi hingga pemilu paruh waktu bulan November, menyoroti potensi risiko politik yang timbul dari konflik tersebut.
Pelaku pasar tetap berhati-hati menjelang rilis data perdagangan Tiongkok untuk Maret yang akan diumumkan pada hari Selasa, yang akan menjadi indikator penting bagi prospek ekspor Australia. Fokus juga akan bergeser pada akhir pekan ini ke data pasar tenaga kerja dalam negeri.
Sebagian besar sektor berakhir melemah, dengan penurunan mencolok pada sektor consumer non-durables, commercial services, dan process industries. Saham-saham pertambangan termasuk yang berkinerja terlemah, di antaranya Regis Resources (-3,9%), Evolution Mining (-3,4%), dan Ramelius Resources (-2,7%). Sebaliknya, saham energi menguat didukung oleh kenaikan harga minyak, dengan Woodside Energy dan Ampol masing-masing naik 2,6%, dan Santos menguat 1,9%.