Imbal hasil obligasi pemerintah Inggris (gilt) bertenor 10 tahun naik menjadi 4,8%, mendekati level tertinggi dalam beberapa tahun, seiring kekhawatiran inflasi yang kembali muncul setelah runtuhnya pembicaraan damai AS–Iran. Washington menyalahkan kegagalan tersebut pada penolakan Teheran untuk meninggalkan ambisi nuklirnya, sementara media Iran mengecam apa yang mereka sebut sebagai tuntutan AS yang “berlebihan”.
Menambah ketegangan, Presiden AS Donald Trump mengancam akan memblokade Selat Hormuz, jalur transit minyak global yang sangat penting, sehingga mendorong harga minyak Brent naik hingga $102 per barel. Lonjakan harga energi tersebut telah memperburuk krisis energi global, memicu kekhawatiran akan guncangan inflasi dan membuat pelaku pasar memperhitungkan hampir dua kali kenaikan suku bunga Bank of England hingga akhir 2026, dibandingkan hanya satu kenaikan yang diperkirakan masih pekan lalu.