Pertumbuhan penjualan ritel Singapura melambat pada Maret 2026, dengan laju kenaikan tahunan (year-on-year/YoY) turun menjadi 4,8%. Angka ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 8,3% YoY yang tercatat pada Februari 2026, menunjukkan moderasi konsumsi rumah tangga setelah lonjakan yang lebih kuat di bulan sebelumnya.
Data yang diperbarui per 5 Mei 2026 ini membandingkan kinerja Maret 2026 dengan Maret tahun lalu, sementara angka Februari 2026 merefleksikan perbandingan dengan Februari tahun sebelumnya. Pelemahan dari 8,3% ke 4,8% mengindikasikan bahwa momentum belanja konsumen mulai menyesuaikan, meskipun masih berada di zona pertumbuhan positif.
Perkembangan ini akan menjadi perhatian pelaku pasar dan pembuat kebijakan, karena tren penjualan ritel kerap dijadikan barometer kekuatan permintaan domestik dan kepercayaan konsumen di Singapura. Investor akan mencermati apakah perlambatan ini bersifat sementara atau menandai fase normalisasi yang lebih berkelanjutan pada kuartal-kuartal berikutnya.