Cadangan devisa China kembali mencatat kenaikan pada Mei 2026. Berdasarkan data per 7 Juni 2026, posisi cadangan devisa negara tersebut naik menjadi USD 3,442 triliun, dibandingkan USD 3,411 triliun pada April 2026.
Kenaikan sekitar USD 31 miliar dalam satu bulan ini mengindikasikan penguatan posisi eksternal China dan menambah ruang kebijakan bagi otoritas moneter dalam mengelola stabilitas nilai tukar yuan serta arus modal. Pergerakan cadangan devisa ini juga menjadi salah satu indikator penting yang diawasi pelaku pasar global untuk mengukur daya tahan finansial China di tengah dinamika ekonomi dunia.
Dengan level di atas USD 3,4 triliun, China tetap mempertahankan statusnya sebagai salah satu pemegang cadangan devisa terbesar di dunia, yang berpotensi memengaruhi sentimen di pasar valuta asing dan aset keuangan kawasan Asia maupun global.