Indeks Harga Saham Gabungan (IDX Composite) Indonesia naik 12 poin, atau 0,2%, ke level 6.185 pada awal perdagangan Jumat, menghentikan tren pelemahan selama dua sesi berturut-turut. Pemulihan ini mengikuti sentimen positif dari Wall Street, di mana optimisme atas potensi kesepakatan antara AS dan Iran membantu meredam kekhawatiran terhadap kemungkinan sikap Federal Reserve yang lebih hawkish.
Dari sisi kebijakan moneter, Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin pada Rabu, sehingga total pengetatan sejak Mei mencapai 75 basis poin. Langkah ini bertujuan memperkuat rupiah dan menarik arus masuk modal asing.
Di antara saham-saham yang membukukan kenaikan terbesar adalah Merdeka Copper Gold yang naik 7,3%; Bank Central Asia yang menguat 2,5%; Surya Citra Media yang naik 2,0%; dan Charoen Pokphand yang menguat 1,5%. Pasar berada di jalur untuk mencatat kenaikan mingguan kedua berturut-turut, dengan penguatan sekitar 3% sejauh ini, seiring investor melanjutkan aksi beli saham murah setelah indeks acuan sempat turun ke level terendah dalam enam tahun.
Namun, potensi kenaikan dibatasi oleh peringatan baru dari MSCI. Penyedia indeks tersebut menyoroti lemahnya transparansi dalam struktur kepemilikan saham dan adanya indikasi aktivitas perdagangan terkoordinasi, hanya beberapa hari sebelum keputusannya apakah akan menurunkan peringkat Indonesia menjadi pasar frontier—sebuah langkah yang berpotensi mempercepat arus keluar modal.