Indeks saham Indonesia naik tipis 13 poin, atau 0,2%, ke level 6.186 pada perdagangan Senin pagi, bangkit dari pelemahan di sesi sebelumnya didukung oleh penguatan saham-saham infrastruktur, energi, dan teknologi. Sentimen ditopang oleh pertumbuhan penerimaan pajak yang solid pada Mei serta komitmen pendanaan infrastruktur baru dari Asian Infrastructure Investment Bank. Di sisi geopolitik, laporan menyebutkan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah menyetujui peta jalan 60 hari menuju kesepakatan damai final, yang mencakup penghentian konflik di Lebanon. Di China, mitra dagang utama Indonesia, PBoC mempertahankan suku bunga pinjaman tidak berubah untuk bulan ke-13 berturut-turut meski terdapat tanda-tanda melemahnya permintaan, dengan data konsumsi dan investasi yang lebih lemah pada bulan terbaru. Potensi kenaikan di Jakarta, bagaimanapun, terbatas oleh kekhawatiran akan kemungkinan pengetatan lanjutan oleh Bank Indonesia, penurunan peringkat Indonesia terkait Information Flow accessibility oleh MSCI, serta penghapusan sejumlah saham lokal dari indeks FTSE Russell. Beberapa saham yang menguat pada awal sesi antara lain Sumber Alfaria Trijaya (naik 3,7%), Indosat (3,5%), Hartadinata Abadi (2,8%), dan Medco Energi (2,6%).
FX.co ★ Saham Indonesia Sedikit Menguat di Awal Pekan
Saham Indonesia Sedikit Menguat di Awal Pekan
*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading