Pertumbuhan impor Indonesia tetap kuat pada Mei 2026 dengan laju 22,16% year-on-year, sedikit melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang mencatatkan pertumbuhan 22,49% pada April 2026. Data terbaru ini dirilis per 1 Juli 2026 dan menggambarkan bahwa permintaan terhadap barang impor masih berada pada level tinggi, meski menunjukkan sedikit moderasi.
Dalam perbandingan year-on-year, angka “actual” Mei 2026 mencerminkan perubahan impor bulan Mei terhadap Mei tahun sebelumnya, sementara angka “previous” April 2026 merefleksikan perubahan impor April terhadap April tahun sebelumnya. Sedikit penurunan dari 22,49% menjadi 22,16% mengindikasikan bahwa momentum pertumbuhan impor masih berlanjut, namun dengan tekanan kenaikan yang sedikit lebih terkendali dibandingkan bulan sebelumnya.
Bagi pelaku pasar dan pelaku usaha, laju pertumbuhan di atas 20% ini tetap menjadi sinyal kuatnya aktivitas ekonomi domestik yang bergantung pada pasokan luar negeri, baik untuk bahan baku produksi maupun barang konsumsi. Pergerakan ini akan menjadi salah satu variabel penting yang dipantau dalam menilai prospek inflasi, neraca perdagangan, dan dinamika permintaan dalam perekonomian Indonesia pada paruh kedua 2026.