Imbal hasil obligasi pemerintah (G-Sec) India tenor 10 tahun turun menjadi sekitar 6,74%, level terendah dalam lima belas minggu, seiring rekor arus masuk asing ke surat utang pemerintah yang mengangkat permintaan setelah adanya insentif pajak baru bagi investor luar negeri. Minat terhadap surat utang India menguat setelah pemerintah menghapus pajak capital gains dan pajak penghasilan bunga bagi investor asing pada obligasi pemerintah di bawah skema Fully Accessible Route (FAR) dan memperluas daftar sekuritas yang memenuhi syarat FAR.
Perubahan kebijakan ini memicu pembelian asing bulanan tertinggi sepanjang masa sebesar INR 418 miliar pada bulan Juni, hampir dua kali lipat rekor sebelumnya sebesar INR 239 miliar yang tercatat pada Agustus 2024. Tekanan penurunan imbal hasil juga bertambah karena adanya laporan intervensi Reserve Bank of India di pasar valuta asing, yang dilakukan melalui bank-bank milik negara untuk menopang nilai rupee.
Namun, analis memperingatkan bahwa laju arus masuk dapat melambat jika kondisi keuangan global mengetat dan suku bunga AS tetap tinggi. Meski demikian, peningkatan partisipasi investor asing dipandang memperkuat prospek India untuk masuk ke dalam Bloomberg Global Aggregate Index, dengan Goldman Sachs memperkirakan potensi arus masuk pasif sekitar USD 15 miliar.