Kontrak berjangka batu bara termal turun di bawah $130 per ton, kembali ke level yang terakhir terlihat sebelum pecahnya konflik di Timur Tengah, seiring berlanjutnya pembicaraan damai antara AS dan Iran yang meningkatkan harapan akan kesepakatan jangka panjang serta pembukaan kembali penuh Selat Hormuz. Investor secara cermat memantau negosiasi di Qatar antara Washington dan Teheran setelah meningkatnya ketegangan baru-baru ini di sekitar jalur pelayaran yang sangat penting ini. Harga minyak dan gas alam juga turun kembali ke level sebelum perang, dengan analis kini memperkirakan surplus pasokan global seiring pulihnya produksi di Timur Tengah, sehingga mengurangi tekanan untuk beralih ke jenis bahan bakar lain. Pada saat yang sama, rencana lima tahun terbaru China menegaskan kembali strategi energi “all-of-the-above” yang menyerukan ekspansi pembangkit listrik tenaga batu bara sekaligus penambahan kapasitas energi terbarukan. China tetap menjadi investor energi bersih terbesar di dunia sekaligus memimpin ekspansi batu bara secara global, dengan menyumbang 78% dari seluruh tambahan kapasitas pembangkit listrik tenaga batu bara baru yang dibangun di seluruh dunia pada tahun 2025.
FX.co ★ Batubara Turun ke Level Pra-Perang
Batubara Turun ke Level Pra-Perang
*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading