Pound memulai kuartal ketiga di level $1,32, bergerak di dekat posisi terendah tujuh bulan setelah melemah 1,4% terhadap dolar AS pada Juni. Pelemahan ini dipicu oleh ketidakpastian politik, penguatan dolar, dan sikap kebijakan Bank of England yang cenderung dovish. Investor mencermati Sintra Forum yang diselenggarakan ECB untuk mendapatkan sinyal mengenai prospek ekonomi dan arah kebijakan ke depan.
Gubernur Bank of England Andrew Bailey menyatakan bahwa bank sentral tidak terburu-buru merespons kenaikan harga minyak dan menegaskan kembali bahwa inflasi masih diperkirakan akan kembali ke target 2%, meski lebih lambat dari yang diharapkan. Ia memperkirakan inflasi akan naik ke sekitar 3,2% pada akhir tahun ini, dari level saat ini di 2,8%.
Sementara itu, dolar tetap mendapat dukungan dari ekspektasi kenaikan suku bunga AS pada akhir 2026. Dari sisi politik, investor juga menunggu kejelasan mengenai kepala Treasury yang baru untuk menggantikan Rachel Reeves. Andy Burnham, kandidat utama pengganti Perdana Menteri Keir Starmer yang akan lengser, berjanji pada Senin untuk menjaga disiplin fiskal, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut atau indikasi mengenai kemungkinan susunan kabinet.