Indeks Nikkei 225 melemah 0,2% ke sekitar 68.400 pada hari Senin, sementara indeks yang lebih luas, Topix, naik 0,6% ke 4.060, mencerminkan pergerakan pasar yang beragam karena saham-saham Jepang kesulitan menemukan arah yang jelas. Meningkatnya ketegangan di Timur Tengah membuat risiko inflasi dan prospek kenaikan suku bunga lebih lanjut tetap menjadi fokus. Pada akhir pekan, AS dan Iran saling melancarkan serangan rudal baru di tengah berlanjutnya perselisihan terkait pengiriman di Selat Hormuz, yang mendorong harga minyak naik.
Investor juga bersiap menghadapi satu pekan padat rilis laporan keuangan korporasi di Wall Street, yang akan menjadi ujian penting apakah reli pasar yang didorong oleh artificial intelligence dapat dipertahankan oleh fundamental yang kuat. Di pasar Tokyo, Kioxia Holdings (-1,8%), Taiyo Yuden (-4,8%), dan Yaskawa Electric (-14,2%) termasuk di antara saham-saham yang mencatat penurunan mencolok, sementara SUMCO Corp (+7,9%), SoftBank Group (+2%), dan Mitsubishi UFJ (+2,4%) membukukan kenaikan yang kuat.