Imbal hasil Bund Jerman bertenor 10 tahun naik menjadi 3,05% seiring lonjakan harga minyak setelah putaran baru serangan Amerika Serikat terhadap Iran, di tengah memanasnya ketegangan terkait Selat Hormuz. US Central Command menyatakan telah menghantam puluhan sasaran dalam upaya membatasi kapasitas Iran untuk mengancam jalur pelayaran, sementara Teheran mengumumkan bahwa selat tersebut akan tetap ditutup "sampai pemberitahuan lebih lanjut." Ketidakpastian yang meningkat ini memperkuat kekhawatiran inflasi, mendorong investor meningkatkan taruhan pada kenaikan suku bunga lanjutan oleh European Central Bank.
ECB, yang pada Juni menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak 2023, kini diperkirakan akan melakukan dua kenaikan tambahan dalam setahun ke depan, dengan yang pertama kemungkinan pada September, ketika bank sentral tersebut berupaya mengimbangi tekanan inflasi yang bersumber dari kenaikan biaya bahan bakar terkait konflik Iran. Pembuat kebijakan ECB, Yannis Stournaras, pada hari Jumat memperingatkan bahwa bank sentral tersebut "kembali ke titik awal" dalam perjuangannya melawan inflasi yang masih tinggi di kawasan euro.