Yuan lepas pantai tetap berada di bawah tekanan di sekitar 6,78 per dolar pada hari Selasa, seiring investor menimbang ekspektasi perlambatan pertumbuhan ekonomi terhadap data perdagangan yang lebih kuat dari perkiraan. Ekonomi China diproyeksikan tumbuh 4,5% year-on-year pada kuartal kedua, turun dari 5% pada kuartal pertama dan mendekati batas bawah target pertumbuhan Beijing untuk 2026 sebesar 4,5%–5%. Perlambatan ini mencerminkan lemahnya belanja konsumen, keterpurukan berkepanjangan di sektor properti, dan investasi swasta yang lesu.
Pada saat yang sama, data perdagangan bulan Juni menunjukkan permintaan eksternal yang solid. Ekspor melonjak 27% year-on-year ke rekor tertinggi USD 412,4 miliar, sementara impor naik 36% ke level tertinggi sepanjang masa sebesar USD 286,8 miliar, keduanya melampaui ekspektasi pasar. Akibatnya, surplus perdagangan melebar menjadi USD 125,6 miliar. Permintaan global yang kuat untuk perangkat keras terkait AI dan kenaikan harga semikonduktor terus mendukung arus perdagangan Asia, sehingga sebagian mengimbangi tekanan dari lemahnya kondisi ekonomi domestik. Investor kini menantikan pertemuan Politbiro bulan ini untuk mencari petunjuk kemungkinan langkah kebijakan guna menopang pertumbuhan.