NZX 50 turun 72 poin, atau 0,5%, ke level 13.651 pada hari Selasa, melemah untuk sesi kedua berturut-turut dan mencerminkan pelemahan di Wall Street semalam. Sentimen tertekan setelah Presiden AS Trump berjanji akan memberlakukan kembali blokade terhadap pengiriman Iran melalui Selat Hormuz.
Kenaikan harga minyak di tengah konflik yang memanas di Timur Tengah terus menekan pasar, karena kekhawatiran inflasi yang meningkat memperkuat ekspektasi akan kenaikan suku bunga lanjutan. Suasana semakin suram setelah Chief Economist Reserve Bank of New Zealand, Paul Conway, memperingatkan bahwa inflasi yang membandel akibat guncangan pasokan terkait Timur Tengah baru-baru ini bisa memerlukan pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut.
Dari sisi data, kedatangan pengunjung ke Selandia Baru naik 6,7% pada bulan Mei, laju pertumbuhan paling lambat dalam empat bulan. Secara sektoral, sektor keuangan, utilitas, dan industri memimpin pelemahan, dengan penurunan mencolok pada Auckland International Airport (-3,3%), ANZ Group (-2,5%), Infratil (-1,9%), Summerset Group (-0,9%), dan Westpac Banking Corp (-0,8%).