ASX 200 berakhir nyaris tidak berubah di level 8.808 pada hari Selasa, mencatat sesi lesu kedua secara berturut-turut ketika para investor menimbang meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah. Amerika Serikat melakukan serangan udara untuk malam ketiga berturut-turut terhadap Iran, dan dua kapal tanker minyak diserang di Selat Hormuz setelah Washington kembali memberlakukan blokade terhadap pengiriman barang Iran.
Di dalam negeri, data menunjukkan sentimen konsumen membaik pada Juli namun tetap berada dekat level terlemah yang pernah tercatat dalam 50 tahun sejarah survei tersebut, menyoroti tingginya sensitivitas perekonomian terhadap guncangan eksternal. Sebaliknya, kepercayaan bisnis naik ke titik tertinggi dalam empat bulan pada Juni. Di China, mitra dagang utama Australia, rekor data perdagangan bulan Juni membentuk sentimen menjelang rilis PDB kuartal kedua pada hari Rabu.
Kinerja sektoral tercatat beragam. Sektor logistik, teknologi, dan utilitas melemah, sementara energi, jasa konsumen, dan layanan kesehatan menguat. Rio Tinto tergelincir 0,3% menjelang laporan produksinya, dan bank-bank besar turun antara 0,9% hingga 1,5%. Nextdc, Pro Medicus, dan Qantas juga melemah.
Di antara saham yang menguat, BHP naik 0,9%, sementara Woodside menguat 3,3% dan Santos naik 1,3%.