Minyak mentah naik lebih dari 3% hingga mendekati $81 per barel pada hari Selasa, level tertingginya dalam hampir satu bulan, setelah runtuhnya gencatan senjata AS–Iran kembali memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan. Kenaikan ini melanjutkan lonjakan 9,4% pada sesi sebelumnya yang didorong oleh serangan baru terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz.
Uni Emirat Arab melaporkan bahwa dua kapal tankernya terkena serangan saat melintas di jalur pelayaran strategis tersebut, menegaskan meningkatnya risiko di salah satu koridor energi tersibuk di dunia. Insiden ini terjadi setelah keputusan AS untuk memberlakukan kembali blokade terhadap ekspor minyak Iran, melancarkan serangan baru ke Iran, dan mengusulkan biaya bagi kapal yang menerima perlindungan dari Angkatan Laut AS.
Kekhawatiran terhadap pasokan semakin meningkat setelah Arab Saudi mencegat rudal yang ditembakkan oleh pasukan Houthi di Yaman, sementara Washington mendorong penerapan sanksi yang lebih ketat terhadap ekspor energi Rusia. Eskalasi yang kembali memanas ini telah meningkatkan kekhawatiran akan gangguan berkepanjangan pada pasokan minyak global dan memperlebar premi risiko geopolitik di pasar energi.