Emas melonjak hampir 2% menjadi $4.080 per ons pada hari Selasa setelah data inflasi AS yang lebih lemah dari perkiraan membuat investor mengurangi ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve lebih lanjut. Inflasi tahunan melandai menjadi 3,5% pada bulan Juni, sementara inflasi inti melambat menjadi 2,6%, keduanya berada di bawah proyeksi. Indeks CPI juga turun 0,4% secara bulanan, menandai penurunan pertama sejak 2020.
Meski mereda, inflasi tetap jauh di atas target The Fed. Para investor kini memusatkan perhatian pada kesaksian kongres pertama Ketua Federal Reserve Kevin Warsh untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan ke depan. Pasar uang masih memperhitungkan kemungkinan lebih dari 50% terjadinya kenaikan suku bunga pada akhir kuartal, dengan ekspektasi yang ditopang oleh meningkatnya kembali risiko geopolitik.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan kembali memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal Iran yang melintasi Selat Hormuz dan mendesak negara-negara yang diuntungkan oleh upaya AS mengamankan jalur pelayaran penting ini untuk ikut menanggung biaya yang terkait.