Produk domestik bruto (PDB) China tumbuh 4,3% secara tahunan (year-on-year/YoY) pada kuartal II 2026, melambat dibandingkan kuartal I 2026 yang mencatat pertumbuhan 5,0% YoY. Data terbaru yang diperbarui pada 15 Juli 2026 ini menunjukkan moderasi laju ekspansi ekonomi di ekonomi terbesar kedua dunia tersebut.
Dalam basis perbandingan tahunan, angka aktual mencerminkan perubahan output ekonomi pada kuartal kedua 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sementara data kuartal pertama 2026 juga merupakan perbandingan terhadap kuartal pertama 2025. Perlambatan dari 5,0% ke 4,3% ini mengindikasikan bahwa momentum pemulihan ekonomi China mulai kehilangan tenaga di paruh pertama 2026, dan berpotensi menjadi perhatian pelaku pasar global, pembuat kebijakan, serta pelaku usaha yang bergantung pada permintaan dan rantai pasok dari China.
Laju pertumbuhan yang melunak tersebut bisa memperkuat spekulasi pasar mengenai perlunya dukungan kebijakan lebih lanjut, baik melalui stimulus fiskal maupun pelonggaran moneter tambahan, untuk menstabilkan prospek pertumbuhan di sisa tahun 2026. Investor dan analis kini akan mencermati data lanjutan, termasuk indikator konsumsi, investasi, dan ekspor, untuk menilai seberapa berkelanjutan tren perlambatan ini dan implikasinya bagi ekonomi regional dan global.