Kontrak berjangka gandum naik mendekati $6,50 per gantang pada pertengahan Juli, menandai level tertinggi sejak 22 Mei, seiring para investor menilai meningkatnya risiko geopolitik dan potensi dampaknya terhadap perdagangan gandum global. Serangan drone Ukraina telah mengganggu pengiriman di Laut Azov, koridor kunci yang menangani sekitar seperempat ekspor gandum Rusia, memaksa Moskow mencari rute alternatif dan beralih ke moda transportasi lain.
Dukungan tambahan datang dari memanasnya kembali ketegangan di Timur Tengah. Kekhawatiran mengenai kenaikan biaya pupuk dan bahan bakar kembali mencuat setelah bentrokan terbaru antara AS dan Iran, serta meningkatnya ketidakpastian terkait arus lalu lintas melalui Selat Hormuz.
Pada saat yang sama, pemerintah AS menurunkan proyeksi produksi gandum 2026/27 menjadi 41,8 juta ton, hasil panen terkecil sejak 1970, dan memangkas estimasi produksi Kanada sebesar 1 juta ton, menjadi 34 juta ton.