Kontrak berjangka bensin AS bergerak di sekitar $3,38 per galon, mendekati level tertinggi lima minggu, seiring kekhawatiran pasokan meningkat di tengah memanasnya risiko geopolitik. Upaya diplomatik antara Washington dan Teheran tetap menemui jalan buntu setelah AS menegaskan tidak akan menghidupkan kembali ketentuan kesepakatan bulan Juni dan menyatakan saat ini tidak terlibat dalam perundingan dengan Iran. Sebaliknya, Washington meningkatkan tekanan dengan menjatuhkan sanksi baru awal pekan ini, yang dikritik Iran sebagai tindakan bermusuhan dan tidak efektif.
Pada saat yang sama, risiko terhadap pengiriman melalui Laut Hitam meningkat karena Rusia mempertimbangkan untuk memperbesar tekanan militer terhadap Ukraina, setelah menyimpulkan bahwa pembicaraan damai berada dalam kebuntuan. Serangan terhadap kilang Rusia juga mendorong tingkat pengolahan kilang turun mendekati level terendah dalam beberapa tahun.
Di AS, data EIA menunjukkan persediaan bensin turun 2,536 juta barel pada pekan yang berakhir 21 Agustus, jauh lebih besar dari penurunan yang diperkirakan. Stok kini sekitar 6% di bawah rata-rata lima tahun, menyoroti kondisi pasar bensin yang masih ketat.