Dolar Selandia Baru melemah ke sekitar $0,561 pada hari pertama perdagangan bulan November, level terendahnya dalam lebih dari dua minggu, karena investor berfokus pada data pasar tenaga kerja domestik yang akan dirilis serta pemilihan umum. Lapangan kerja diperkirakan meningkat tipis sebesar 0,4% pada kuartal ketiga, sementara tingkat pengangguran diperkirakan turun menjadi 5,5%. Setiap kejutan positif di atas perkiraan dapat memperkuat ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga pada Desember, yang saat ini diperkirakan memiliki probabilitas sekitar 75%.
Pada saat yang sama, warga Selandia Baru akan memberikan suara pada hari Sabtu, sementara survei terbaru belum mampu menunjukkan pemenang yang jelas maupun koalisi pemerintahan yang kemungkinan terbentuk. Ketidakpastian politik ini menjadi faktor penting lainnya bagi para investor, mengingat potensi dampak perubahan pemerintahan terhadap kebijakan fiskal dan prospek ekonomi yang lebih luas. Pekan lalu, Reserve Bank of New Zealand secara tak terduga mempertahankan suku bunga acuan (official cash rate) di 2,75% setelah dua kali kenaikan berturut-turut.