logo

FX.co ★ 5 taipan farmasi yang paling diuntungkan dari pandemi COVID-19

5 taipan farmasi yang paling diuntungkan dari pandemi COVID-19

Pandemi virus corona telah menghancurkan perekonomian global. Komunitas global harus menghadapi dampak krisis selama bertahun-tahun ke depan. Hebatnya, tahun ini tidak berat dalam segala hal. Tak perlu dikatakan bahwa saham perusahaan farmasi memperpanjang rally luar biasa. Meskipun pandemi bukan waktu terbaik bagi miliarder baru untuk muncul, para petinggi perusahaan farmasi telah memperluas kekayaan mereka karena lonjakan pendapatan bisnis.

5 taipan farmasi yang paling diuntungkan dari pandemi COVID-19

Stéphane Bancel (Prancis)

Kekayaan bersih: $1,5 miliar

Kenaikan: +109%

Sumber pendapatan: Moderna

Stéphane Bancel adalah CEO perusahaan bioteknologi, Moderna Therapeutics, yang berbasis di Cambridge, Massachusetts. Perusahaan produsen obat ini berdiri pada 2011. Perusahaan ini memperoleh hibah senilai $483 juta dari pemerintah AS pada 2020 dengan tugas mengembangkan vaksin untuk infeksi virus corona. Bancel memenuhi janjinya setelah berhasil menyelesaikan uji coba vaksin pada manusia pada musim gugur 2020. Efektivitasnya diperkirakan mencapai 94,5%.

5 taipan farmasi yang paling diuntungkan dari pandemi COVID-19

Gustavo Denegri (Italia)

Kekayaan bersih: $4,5 miliar

Kenaikan: +32%

Sumber pendapatan: DiaSorin

Memegang gelar sarjana dalam bidang kimia, Gustavo Denegri memutuskan membeli perusahaan bioteknologi DiaSorin yang pailit pada tahun 2000. Pada saat itu, perusahaan tersebut memproduksi peralatan diagnostik untuk smear test. Pada tahun 2020, perusahaan ini dengan cepat menyesuaikan fasilitasnya untuk produksi kit diagnostik guna menguji sampel darah untuk antibodi virus corona. Saat ini, perusahaan tersebut memiliki fasilitas produksi di Inggris, Italia, Jerman, dan AS, yang meningkatkan penjualan di seluruh dunia.

5 taipan farmasi yang paling diuntungkan dari pandemi COVID-19

Seo Jung-jin (Korea Selatan)

Kekayaan bersih: $8,4 miliar

Kenaikan: +22%

Sumber pendapatan: Celltrion

Pengusaha ini mendirikan perusahaan biofarmasi Celltrion miliknya pada tahun 2002 di Seoul. Enam tahun kemudian, Seo Jung-jin mengumumkannya ke publik pada tahun 2008. Tahun ini, perusahaan tersebut telah mulai mengembangkan divisi diagnostiknya sendiri. Terlepas dari arahan baru ini, perusahaan ini memprioritaskan berbagai metode penanganan COVID-19. Celltrion telah memperoleh izin dari pihak berwenang untuk melakukan uji coba obat antivirus pada manusia.

5 taipan farmasi yang paling diuntungkan dari pandemi COVID-19

Alain Mérieux (Prancis)

Kekayaan bersih: $7,6 miliar

Kenaikan: +25%

Sumber pendapatan: BioMérieux

BioMérieux, sebuah perusahaan bioteknologi multinasional, didirikan oleh Alain Mérieux sebagai divisi diagnostik dalam konglomerat Institut Mérieux yang telah dibuat oleh kakeknya pada tahun 1897. Karena tantangan COVID-19, perusahaan ini harus memfokuskan kembali produksinya pada solusi diagnostik yang menguji infeksi virus corona. Produksi kit tersebut, termasuk reagen dan instrumen, diluncurkan pada Maret 2020. Sistem diagnostik ini memberikan hasil hanya dalam 45 menit. Alat diagnostik semacam itu sangat populer di seluruh dunia, sehingga meningkatkan kekayaan Alain Mérieux.

5 taipan farmasi yang paling diuntungkan dari pandemi COVID-19

Maja Oeri (Swiss)

Kekayaan bersih: $3,2 miliar

Kenaikan: +10%

Sumber pendapatan: Roche

Roche adalah perusahaan Swiss ternama yang didirikan pada tahun 1896. Merespon pandemi virus corona, perusahaan ini memutuskan memperluas cakupan kegiatannya. Pada Maret 2020, Roche mengumumkan telah memulai uji coba obat tahap ke-3 untuk pengobatan radang sendi bagi pasien COVID-19. Selain itu, Roche menemukan dan memperkenalkan tes serologinya sendiri untuk mendeteksi antibodi terhadap COVID-19 pada pasien yang telah terpapar virus tersebut.

Buka daftar artikel Buka akun trading